Ketika mendengar Jepang, apa yang terlintas pertama kali dalam benak pembaca? Bunga sakura, Gunung Fuji, maupun kuil - kuil merupakan objek - objek yang dapat kita amati sendiri tanpa memerlukan pengetahuan khusus karena kita hanya menikmati pemandangan alam yang ditawarkan oleh negara tersebut. Namun lebih dari itu, tidakkah ada keinginan untuk dapat sungguh - sungguh mengenal keindahan negeri Sakura tersebut dari luar dan dari dalam?
Untuk dapat mengenal kebudayaan tersebut dari dalam, tentunya kita memerlukan alat penyambung agar kita dapat mempelajari keindahan objek - objek tersebut maupun makna dan sejarahnya; salah satunya adalah huruf. Bahasa Jepang mengenal 4 jenis huruf yaitu:
Untuk dapat mengenal kebudayaan tersebut dari dalam, tentunya kita memerlukan alat penyambung agar kita dapat mempelajari keindahan objek - objek tersebut maupun makna dan sejarahnya; salah satunya adalah huruf. Bahasa Jepang mengenal 4 jenis huruf yaitu:
- Huruf Hiragana
- Huruf Katakana
- Huruf Kanji
- Hururf Romaji
Bagaimana dengan huruf Kanji?
Huruf Kanji Jepang merupakan adaptasi dari huruf Kanji Cina. Walaupun terlihat sama, huruf Kanji Jepang memiliki bentuk yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan huruf Kanji Cina. Selain itu, beberapa Kanji tidak dapat berdiri sendiri alias harus ditemani dengan huruf Kanji lain maupun diikuti dengan huruf Hiragana. Huruf Kanji Jepang rumornya berjumlah kurang lebih 20.000 karakter, termasuk huruf Kanji untuk bidang spesialisasi, nama, serta istilah khusus. Bayangkan, untuk bisa lulus tes JLPT atau Nouryoku Shiken level 1 saja, seseorang diharuskan untuk mengenal kurang lebih 2.000 Kanji. Tentu merupakan jumlah yang tak sebanding dengan jumlah Kanji yang ada secara keseluruhan, bukan?
Ada juga yang disebut furigana atau penulisan cara baca Kanji yang biasanya berukuran lebih kecil dan diposisikan diatas huruf Kanji maupun istilah yang tertulis dalam Kanji untuk memudahkan pembelajar yang belum mengenal Kanji untuk mempermudah pembacaannya.
Selain itu, ada dua cara untuk membaca huruf Kanji yang dikenal sebagai kunyomi (cara baca Jepang) dan onyomi (cara baca Cina). Kunyomi biasanya ditulis dala huruf Hiragana sedangkan Onyomi ditulis dalam Katakana. Cara baca onyomi hanya dipakai ketika Kanji tersebut dipasangkan dengan Kanji lainnya, kecuali bila Kanji tersebut hanya memiliki cara baca onyomi.
Berikutnya yaitu huruf Romaji. Kata Romaji berasal dari kata romanized dan ji dalam bahasa Jepang yang artinya "huruf". Dengan kata lain, huruf Romaji merupakan huruf Romawi yang ditulis untuk mempermudah pembelajar awam mengerti bunyi huruf Hiragana, Katakana, maupun Kanji yang ada pada sebuah teks atau buku, tanpa harus mempelajari ketiga jenis huruf tersebut sebelumnya.
![]() |
| Sumber gambar: disini |

No comments:
Post a Comment