Apa yang ada di benak kalian ketika membaca judul posting di atas? Yang pasti, hal tersebut tidak berkaitan dengan nama karakter anime ataupun nama jurus seperti dalam cerita - cerita modern di dunia perkomikan di Jepang sekarang ini.
Shodo berasal dari gabungan huruf Kanji 書 dan 道, yang masing - masing berarti menulis dan atau kaligrafi serta jalan dan atau cara. Dengan kata lain, terjemahan kasar dari Shodo adalah Cara Menulis, yang tak lain adalah kaligrafi itu sendiri. Shodo merupakan seni menulis yang juga diadaptasi dari Tiongkok, sama seperti Kanji yang pembelajar dan pengguna bahasa Jepang ketahui sekarang. Seni menulis ini terlihat mudah bagi pengamat awam. Bagaimana tidak? Sang seniman hanya mencelupkan kuas ke dalam tinta lalu membuat goresan - goresan yang hampir tidak pernah sesuai dengan kaidah penulisan Kanji yang berlaku untuk kamus maupun berita koran. Setiap seniman mempunyai cara menarik kuas yang berbeda, oleh karena itu, jarang sekali ada contoh yang dapat digunakan sebagai acuan oleh pembelajar kaligrafi awam.
![]() |
| Sumber gambar: disini |
- Shitajiki (alas menulis yang biasanya berupa kain flanel hitam)
- Bunchinatau (pemberat kertas, agar ketika kita menulis kertas tidak mudah bergeser)
- Denganhashi (kertas untuk menulis, biasanya tipis namun menyerap dapat menyerap tinta dengan baik)
- Fude (kuas untuk menulis. Kuas besar digunakan untuk menulis sedangkan kuas yang berukuran lebih kecil biasanya digunakan untuk menulis nama)
- Suzuri (wadah tinta)
- Fudeoki (balok kecil untuk menyimpan fude ketika selesai menulis)
- Tinta Sumi (tinta yang dipadatkan)
Kaligrafi tidak dapat ditulis oleh sembarang orang. Ada teknik penulisan yang terlebih dahulu harus dikuasai sebelum kita malah membuang - buang kertas; salah satunya adalah cara memegang kuas. Saat kita membuat kaligrafi, tangan kita yang memegang fude harus berada di tengah. Tangan maupun jari tidak banyak mengalami gerakan seperti saat kita menulis huruf Latin, melainkan kuas harus lurus serta pergelangan tangan dan siku tidak boleh menyentuh meja.
Oh iya, di kampus penulis juga sedang ada persiapan lomba shodo di salah satu universitas negeri di Bandung lho!

No comments:
Post a Comment